Dec 5

Bitcoin vs Emas Bukan Ancaman Buat Dolar AS, Kata Bos The Fed

Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell, dengan tegas menyatakan bahwa Bitcoin adalah pesaing emas, bukan dolar AS. Di acara DealBook Summit New York Times pada 4 Desember, Powell menegaskan pandangannya:

“Bitcoin itu spekulatif banget, mirip emas tapi versi digital. Orang nggak pakai buat bayar-bayar atau simpan nilai. Ini saingannya emas, bukan dolar.”

Pernyataan ini bukan yang pertama kali. Powell juga pernah bilang hal serupa di acara Bank for International Settlements, Maret 2021, saat harga Bitcoin masih $58.200. Saat itu, dia menekankan bahwa Bitcoin dan mata uang kripto lain “tidak didukung oleh apa pun.”

Yang menarik, sejak komentar itu, Bitcoin udah naik 70%, sementara emas cuma naik 52%. Bitcoin kini mendekati rekor harga $100.000, didorong oleh sentimen pasar dan kemenangan pemilu Donald Trump bulan lalu.

Powell juga membantah anggapan kalau Bitcoin adalah bentuk distrust ke Federal Reserve atau dolar AS. Ketika ditanya apakah dia punya Bitcoin, Powell menjawab simpel, “Saya nggak diizinkan.”

Meski begitu, Powell nggak anti-kripto. Dia bilang perusahaan kripto boleh aja kerja sama dengan bank selama nggak membahayakan sektor keuangan. Perlindungan konsumen juga jadi sorotan penting, meski The Fed nggak langsung mengatur pasar kripto.

Kemenangan Donald Trump juga bikin drama baru di kabinet AS. Trump memilih orang-orang pro-kripto seperti Paul Atkins untuk memimpin SEC setelah Gary Gensler menyatakan mundur. Kabinet Trump yang baru ini bahkan disebut-sebut jadi salah satu yang paling ramah terhadap cryptocurrency.

Kesimpulan:
Powell tegas, Bitcoin bukan ancaman buat dolar AS, tapi cuma aset digital spekulatif seperti emas. Di sisi lain, kemenangan Trump mungkin bikin angin segar untuk dunia kripto. Apa ini saatnya Bitcoin jadi mainstream? Stay tuned!

Further articles