Hati-hati, guys, uang kripto ternyata bisa jadi senjata teror.
Seorang pria Virginia, Mohammed Azharuddin Chhipa (35), bikin geger setelah dinyatakan guilty mendanai ISIS pake mata uang kripto. Gak main-main, total uangnya nyampe $185.000 yang dikirim ke anggota ISIS di Suriah antara 2019-2022. Udah kaya donasi amal, tapi ini malah buat pelarian tahanan ISIS dan aksi bakar-bakaran.
Chhipa galang dana lewat:
✅ Media sosial
✅ Transfer bank elektronik
✅ Tarik tunai langsung
Trus duitnya diputer jadi kripto, dikirim ke Turki, sebelum akhirnya diselundupin ke ISIS di Suriah. Nah, yang ngeri, aksinya ini dibantu oleh anggota ISIS kelahiran Inggris.
“Lebih dari $185.000 dipakai buat pendanaan ini,” kata laporan DOJ. Jadi bukan sekadar duit receh ya, guys.
Chhipa dijerat 5 tuduhan berat:
Hukuman maksimalnya? Sampai 100 tahun penjara! Tapi biasanya sih, realisasinya gak seekstrem itu. Sidang putusan bakal digelar 5 Mei 2025. Siap-siap meratapi nasib, Chhipa.
Ini bukan kasus pertama. DOJ juga menindak Maximiliano Pilipis, bos bursa kripto AurumXchange, gara-gara pencucian uang via Silk Road, pasar darknet yang bikin FBI garuk-garuk kepala. AurumXchange melanggar aturan KYC (Know Your Customer) dan Anti-Money Laundering (AML) dari 2009-2013.
Pelajaran buat kita? Kripto bisa jadi solusi finansial canggih, tapi jangan sampai jadi jalan ninja buat tindak kriminal.