Jan 20
STARTUP

Drama FDIC & Surat Kripto: Coinbase Bongkar Skandal Operasi "Chokepoint 2.0"?


Lembaga Penjamin Simpanan Federal AS (FDIC) lagi-lagi bikin heboh. Kali ini, mereka dituduh menyembunyikan lebih banyak “surat penghentian sementara” terkait kripto yang mereka kirim ke bank-bank. Coinbase, bersama History Associates, nggak tinggal diam. Mereka menyeret FDIC ke meja hijau dengan tuduhan “main kotor” soal permintaan dokumen berdasarkan Undang-Undang Kebebasan Informasi (FOIA).


Paul Grewal, Chief Legal Officer Coinbase, dalam unggahannya di X (Twitter), menuding FDIC cuma cari surat dari periode tertentu aja—Maret 2022 hingga Mei 2023. Ia menduga masih banyak surat lain yang sengaja dikubur. Menurutnya, FDIC malah sibuk "main kata-kata" ketimbang menjawab tuduhan serius ini.

Grewal bahkan ngasih sindiran pedas, “Mereka bilang butuh setahun buat memperbaiki interpretasi yang masuk akal. Serius, setahun cuma buat itu?”


Surat-surat itu diduga jadi bagian dari skenario besar yang disebut "Operasi Chokepoint 2.0." Tujuannya? Memutus perusahaan-perusahaan kripto dari layanan perbankan. Sejumlah pihak menyebut ini upaya FDIC buat “mengamankan” regulasi dengan mengorbankan inovasi.

History Associates juga ngeklaim ada laporan whistleblower yang menyebut FDIC sengaja menggagalkan permintaan FOIA mereka. Katanya, ada lebih dari 150 dokumen yang “hilang.” Ini udah kayak adegan drama konspirasi di film!


Dalam laporan status ke pengadilan, FDIC berkilah mereka udah ngasih semua dokumen yang relevan sesuai permintaan FOIA. Tapi anehnya, mereka juga lagi “review” permintaan dokumen tambahan sebagai kasus terpisah. Hmm, kok kayak nyicil, ya?


Senator Wyoming, Cynthia Lummis, ikut nyorot kasus ini. Ia ngingetin FDIC bahwa kalau tuduhan penghancuran dokumen beneran terbukti, mereka bakal berhadapan sama tuntutan pidana dari Departemen Kehakiman. Kalau udah begini, nasib FDIC makin berat.


CEO Coinbase, Brian Armstrong, sebenernya udah ngirim permintaan FOIA sejak 2022 buat tahu isi surat FDIC ke bank. Tapi apa yang mereka dapet? Dokumen yang disunting habis-habisan. Hakim Ana Reyes pun akhirnya nyuruh FDIC buat ngasih dokumen yang lebih transparan.


Kesimpulan:
‍
Drama ini bukan cuma soal surat-surat, tapi gambaran besar soal regulasi dan transparansi di dunia kripto. Apakah FDIC beneran punya agenda tersembunyi? Atau Coinbase yang terlalu kritis? Yang jelas, semua mata sekarang tertuju ke "permainan kata-kata" ini. Stay tuned! 🚀

Further articles